Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

MEMASAK

    Menjadi chef         Aku sangat suka sekali memasak.Dari umur 7 tahun aku sudah bisa memasak tapi tidak sehebat seperti sekarang.Waktu aku berumur 7 tahun aku hanya membantu mamaku memasak.Di keluargaku yang sangat suka memasak itu adalah aku.Aku belajar memasak dari mamaku.       Hingga saat ini aku sangat gemar memasak.Aku mengikuti eskul memasak di sekolahku dan setiap ada perlombaan memasak pasti sekolahku yang menang.Walau pun yang ikut lomba memasak bukan aku tapi aku yakin aku juga bisa mengikuti lomba memasak dengan hasil memuaskan.              Dan sekarang ada perlombaan memasak aku mengikutinya dan menang.Mama dan papaku sangat bangga denganku.dan ada acara memasak di televisi aku  mengikuti acara tersebut.Ternyata banyak sekali sainganku yang sangat lihai memasak tetapi keinginan kuatku untuk memasak tidak pernah putus.      Dan aku memenangkan acara tersebut.Aku jadi...

BELAJAR GITAR

Aku sebenarnya tahu tentang bentuk fisik gitar itu sudah lama tetapi aku mulai benar-benar  belajar memainkan gitar  ketika kelas 3 SMP.  Sebelum itu aku tak ada minat sama sekali karena memang tidak ada  motivasi  atau sesuatu yang mendorong dan mendukung. Mungkin juga karena tidak pernah tahu  cara mudah bermain gitar  seperti sekarang yan lebih mudah belajar dari internet. Semua berawal dari perkataan salah seorang temanku yang membandingkanku dengan teman yang lain yang sama-sama belajar gitar. Kata-katanya seperti, "Masa' kau kalah sama dia main gitar?" Kontan saja amarah dalam diriku bergejolak, membuatku tidak terima dan berjanji pada akan mengalahkan mereka.  Lantas aku meminjam gitar temanku untukku belajar. Aku bawa ke rumah dalam hati aku ingin punya dan gitar yang kupinjam itu rasanya cocok.  Membeli Gitar Karena tidak mengerti  bagaimana membeli gitar akustik yang baru  jadi aku berniat membeli gitar temanku tersebut. A...

BELAJAR MOBIL

  Sejak kecil saya paling suka bermain bom-bom car ketika pergi ke sebuah taman bermain. Rasanya keren aja bisa naik mobil dengan kecepatan tinggi. Dan rasa-rasanya saya menganggap bahwa kemampuan menyetir saya itu bagus banget. Terbukti dengan lincahnya saya maju dan mundur plus menghajar mobil di sekitar saya. Hahahahaha. Beranjak dewasa, ketika SMA mama saya menyuruh untuk belajar mengendarai mobil. Alasannya biar mama gak capek bolak balik anter jemput anak-anaknya. Karena masih belum mau pergi ke sekolah mengemudi, akhirnya saya minta diajari mama. Belajarnya hanya di komplek rumah. Namun dalam sekali belajar, mama menyuruh saya untuk belajar di sekolah mengemudi saja. Tau gak alasannya apa? Katanya saya itu paling males ngerem. Ada polisi tidur dihajar terus. Bisa-bisa ibu hamil yang ikut mobilku jadi buru-buru brojol karena caraku mengemudi. Hihihihi. Akhirnya saya baru mulai belajar mengemudi saat kuliah. Alasan mama juga karena saya sering kuliah pulang malam, jadi lebih b...

PENGALAMAN MENGENDARAI MOTOR

Gambar
Motor adalah kendaraan kedua (setelah sepeda) yang bisa saya kendarai hingga sekarang. Teringat pengalaman pertama saat saya belajar mengendarai motor, di mana waktu itu saya masih duduk di bangku SMP akhir. Eh, itu termasuk telat atau terlalu cepat ya? Apapun itu, rasa pertama kali bisa mengemudikan motor di jalan raya itu menyenangkan, sekaligus menegangkan!  Mari kita kembali ke masa itu, di mana Bapak melatih saya yang masih bersekolah di kelas 3 SMP, untuk mengendarai sebuah motor. Beberapa hari sebelumnya, Bapak membelikan motor bebek keluaran terbaru di zaman itu, sebagai bekal untuk saya bawa ketika pulang-pergi sekolah saat beranjak ke SMA nanti. Bentuk motornya bagus,  sporty,  dan gaul banget!  Di hari pertama kali latihan mengendarai motor, kami pergi ke sebuah taman kecil yang terletak di sebuah perumahan kosong di dekat rumah saya. Karena jalan di taman itu cukup luas dan tidak terlalu banyak orang yang lewat, jadi kami bebas belajar mengendarai motor d...

KECELAKAAN SAAT BERKENDARA

  Kejadian itu terjadi saat saya masih duduk di kelas X SMA. Saat itu, saya biasanya pulang sekolah jam 16.00 WIB. Tetapi, pada jam 12.10-jam 12.50 WIB adalah waktu yang digunakan untuk istirahat pulang ke rumah dan pergi kembali ke sekolah. Ketika saya ingin pulang ke rumah untuk makan siang dan salat zuhur, teman saya meminta tolong dengan saya. Dia tidak memiliki kendaraan untuk pulang ke kosannya, jadi dia minta tolong diantarkan atau istilahnya nebeng . Karena ada kertas tugas yang harus dikumpul saat sekolah sore nanti, dan dia lupa membawanya. Saya mau membantunya tapi harus cepat karena waktu istirahat tidak lama pada hari itu. Kami berdua pun menuju ke kosan yang lumayan jauh dari sekolah. Sesampainya disana, kami langsung masuk ke kamarnya, dan dia sibuk mencari kertas tugas itu. Sampai beberapa menit dia tidak menemukannya, ternyata kertas itu hilang. Saya membantu dia mencari kertas itu, tapi tidak ditemukan juga dan akhirnya kami menyerah. Waktu istirahat tinggal sedik...

KEJUJURAN

  Sejak kecil saya selalu diajarkan untuk memiliki sifat jujur. Orangtualah yang pertama kali menekankan saya untuk tidak saja bersikap jujur, akan tetapi juga berbuat jujur. Kejujuran itu saya dapat dengan kebiasaan-kebiasaan sederhana yang Orangtua lakukan pada diri saya. Setiap hari, saya selalu disuruh untuk membeli sayur di pasar pagi. Mulanya saya kesal karena setiap hari saya harus berjalan kaki cukup jauh. Namun, tidak lama saya menjadi terbiasa. Ternyata saya baru memahami banyak pelajaran yang saya temui dan tanpa sadar menumbuhkan kepribadian dalam diri saya. Pertama, Menumbuhkan Kejujuran. Saat Ibu menyuruhku membeli sesuatu. Uang yang diberikan selalu berlebih. Hal inilah yang ternyata menguji kejujuran saya sejak kecil. Saya akan memberikan uang yang berlebih tersebut kepada Ibu. Ibuku memang terkadang tidak menanyakan apakah uangnya berlebih atau tidak. Justru inilah yang membentuk kejujuran diri saya hingga dewasa. Kedua, Memiliki keberanian. Setiap hari berjalan ka...

MECOBA MRT

  Rabu, 6 Januari 2021 lalu saya bersama dua teman saya, Abieza dan Agung pergi meyambangi Museum Bahari yang terletak di Kawasan Pasar Ikan, Jakarta Utara. Selepas kunjungan tersebut, saya yang pulang ke Kalideres, Nabil yang ke Meruya, dan Nayla yang rumahnya di Ciputat, awalnya sepakat untuk menggunakan moda transportasi Transjakarta. Namun, tiba-tiba saya diajak kedua teman saya itu untuk menjajal Moda Raya Terpadu (MRT) dari stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) sekalian mengantar Nayla sampai ke stasiun Lebak Bulus. Saya yang memang belum pernah naik MRT, dengan senang hati menerima tawaran tersebut. Kami naik Transjakarta dari halte Kota mengikuti rute 1 menuju Blok M. Sampai di halte Kota, untungnya bus langsung tersedia sehingga kami tidak perlu menunggu bus datang. Kami menaiki bus tersebut lalu kemudian turun di halte Bundaran HI. Perjalanan singkat selama 15 menit tersebut kami lanjutkan dengan menuruni tangga dari halte ke stasiun MRT. Pemandangan stasiun MRT yang bera...

PERSFEKTIF

  Banyak orang bilang mengubah diri sendiri bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tapi aku percaya jika ada niat dan kemauan pasti bisa. Saat itu bukanlah hal yang mudah untuk bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru. Bagi sebagian orang menerima masukan dari orang-orang terdekat seperti teman, sahabat, dan saudara tidaklah mudah. Tapi bagiku itu semua aku jadikan cambuk agar aku bisa berubah menjadi orang yang lebih baik lagi. Langkah awal yang aku tempuh adalah keyakinan mengubah diri sendiri itu belajar dari pengalaman yang lalu. Lalu, berpikir sejenak apa yang perlu aku ubah dalam hidupku. Selanjutnya aku sering membaca artikel atau buku yang isinya mengenai motivasi karena itu bisa buat penyemangat. Yang terakhir jangan lupa untuk selalu berdoa dan berpikir optimis. Setelah itu aku berusaha untuk membuktikannya secara langsung dalam kehidupanku sehari-hari. Dengan sering bertemu dengan banyak orang dan karakter yang berbeda-beda di sekelilingku. Tugas...

LIBURAN DI KALA CORONA

  Liburan semester tahun ini berbeda dengan semester lainnya. Pasalnya, aku dan sekeluarga pergi berlibur ke Pulau Jawa. Tepatnya ke Bantul, Yogyakarta. Aku diajak oleh orang tuaku untuk mengunjungi rumah bude dan pakdeku di kota ini. Sangat deg-degan rasanya soalnya ini pertama kalinya aku menaiki pesawat untuk pergi ke luar pulau. Setibanya kami di bandara Adi Sucipto Yogyakarta, kami sudah ditunggu oleh keluarga dari bude. Bude tersenyum sangat manis dan memeluk aku. Katanya aku sudah tumbuh dan bertambah tinggi. Selanjutnya, aku sekeluarga naik mobil yang sudah disewa oleh bude ke rumahnya. Ternyata, rumah bude sangat jauh dari pusat kota. Aku sampai tertidur di perjalanan karena lelah. Sekitar satu jam di perjalanan dan akhirnya kami sampai di rumah bude yang ternyata terletak di dekat hamparan sawah. Sawahnya sangat hijau dan luas. Ini pertama kalinya aku merasakan suasana pedesaan yang sangat asri seperti ini. Rasanya sangat nyaman dan menenangkan. Keesokan harinya, aku diaj...

CORONA

  Hari demi hari berlalu dengan batasan yang tak ada satu orang pun yang bisa menjawab kapan ini akan berakhir. Semua orang hidup dalam tanda tanya besar. Sudah berapa lama kita dirumah saja? Sangat lama dan masih berlanjut entah sampai kapan. Bosan sudah nyata adanya, tapi kini sudah menjelma menjadi teman karib. Sepi bagaikan kawan lama yang menyapa. Tanpa sadar, kita sudah berjalan cukup jauh dalam batasan ini, sampai bermunculan kebiasaan baru yang awalnya terasa asing namun hari ini sudah menjadi suatu kebiasaan. Pagi ini, aku mendengar keluhan frustrasi seorang ayah dengan ayah lainnya di sudut jalan komplek rumahku. Topik utamanya; kekhawatiran tentang kehidupan finansial keluarga. Diberhentikan dari pekerjaannya menjadi tantangan besar untuk bisa menghidupi keluarga. Bukan perkara mudah untuk bertahan hidup di tengah kota ini. “Sudah ndak kerja, kebutuhan makin banyak, pusing aku! Mau makan apa keluargaku nanti, “kata salah satunya dengan nada frustrasi. Masalahnya bukan ha...