Koperasi Kredit (Kopdit) Credit Union Betang Asi Mensejahterakan Mereka yang Terpinggirkan
Koperasi Kredit (Kopdit) Credit Union Betang Asi yang berkantor pusat di Jl Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kopdit Credit Union Betang Asi yang dibangun atas dasar cita-cita ingin mensejahterakan mereka yang terpinggirkan secara ekonomi telah membuahkan hasil. Dengan keberhasilannya itu tanpa perjuangan berat, tersandung, dan jalan terseok-seok pernah dialaminya. Itu semua karena ada orang-orang yang mau bekerja keras dan memiliki dediksi tinggi. Dari sejarah itu dapat dijadikan cerminan intropeksi diri untuk membangun semangat kerja sama, kerja cerdas, tegas, inovatif, dan mengedepankan sikap bijak.
Ketua Kopdit Credit Union Betang Asi, Ambu Naptamis Hanyi, SH,MH berkata: “Banyak tantangan sudah kita lalui dengan semangat kebersamaan. Banyak pengalaman masa lalu menjadi pelajaran berharga. Kita belajar dari kekurangan, bukan dari kelebihan. Sehingga kekurangan itu menjadi lebih,” untuk memotivasi para anggota saat dilaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-10 tahun buku 2013 di Wisma Soverdi Keuskupan Palangka Raya, 1 Februari 2014. Kopdit Credit Union Betang Asi telah berusaha sekuat tenaga untuk berkontribusi dan memberikan wadah bagi anggota, untuk memberdayakan dirinya bersama keluarga.
Kopdit Credit Union Betang Asi merupakan konsep koperasi barat yang dibentuk secara sukarela oleh orang – orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.
Pada tahun 2013 jumlah anggota Kopdit Credit Union Betang Asi yang masuk tercatat 6261 orang sedangkan yang keluar berjumlah 3200 orang sehingga total anggota Kopdit Credit Union Betang Asi akhir tahun 2013 mencapai 35.019 orang.
Di daerah Etnis Dayak, Kalimantan, nama produk-produk simpanan itu sangat membumi dan mudah diingat orang pedesaan sekalipun. Banyak produk-produk simpanan di Kopdit Credit Union Betang Asi yaitu; Simpanan Saham (Simpanan Wajib + Simpanan Pokok), Simpanan Duit Turus, Simpanan Mandau-mandau, Simpanan Balanga, Tabungan Anak Sekolah, Simpanan Lansia TUNGKEH, Tabungan Hari Raya dan Tahun Baru dan Tabungan Wisata.
Piutang anggota merupakan kegiatan utama Kopdit Credit Union Betang Asi agar anggota dapat bertumbuh dan dapat memenuhi kebutuhannya untuk mencapai kesejahteraan. Jumlah total piutang anggota Kopdit CU Betang Asi konsolidasi tahun 2013 sebesar Rp 431.937.145.225 atau 73% dari total aset. Tahun 2013 Kopdit Credit Union Betang Asi Konsolidasi telah mendistribusikan melalui pencairan piutang anggota sebesar Rp 24.969.812.000. Sedangkan angsuran piutang anggota pada tahun 2013 sebesar Rp 217.680.641.155,- atau sekitar 72,65% dari rata-rata pencairan piutang anggota setiap bulannya.
Mengelola bisnis di bidang keuangan resikonya adalah kredit macet dan kredit lalai pasti ada. Pertanyaannya, seberapa besar kredit lalai tunggakan piutang anggota, dan bagaimana kiat menekan seminim mungkin kredit lalai tersebut. Meneurut penjelasan pengurus, kredit lalai terbagi atas dua katagori, yaitu kredit lalai 1 – 2 bulan dan kredit lalai di atas 12 bulan. Untuk kredit lalai 1 – 12 bulan sebesar Rp 22.241.932.175 atau 93,47% dari total kredit lalai. Dan kredit lalai di atas 12 bulan sebesar Rp 1.553.283.150 atau 6,53%. Total kredit lalai Kopdit Credit Union Betang Asi konsolidasi per 31 Desember 2013 sebesar Rp 23.795.215.325 atau 5,51%. Diakui bahwa kredit lalai itu relatif tinggi dan tidak ideal dari piutang anggota. Karena rasio ideal dan standar PEARLS yang ditetapkan oleh ACCU lebih kecil dari 5%. Pengurus dan seluruh jajaran manajemen harus kerja lebih keras lagi agar tahun 2014 mampu memperkecil kredit lainya.
Kopdit Credit Union Betang Asi berusaha keras untuk menjalankan organisasi dengan tuntunan nilai-nilai, prinsip-prinsip serta aturan dan ilmu pengetahuan yang ada. Pengurus, pengawas, dan manajemen terus komit dan konsisten untuk memberikan pelayanan dan afirmasi kepada kelompok yang memang menjadi konsituen utama dan sasaran utama seperti yang ditunjukan oleh sejarah gerakkan credit union. Hal ini seturut dan sejalan dengan semangat yang diajarkan oleh Bung Karno; “Jangan sekali-sekali melupakan sejarah (Jasmerah)” kata Ambu penuh semangat.
Pelajaran tentang credit union, kata Antonius Anyu, telah mengubah pola pikir kita, bagaimana membangun investasi keuangan masyarakat. Tugas credit union adalah bagaimana melindungi investasi anggota, dan mendukung investasi anggota. Banyak yang hanya tahu berorganisasi, tetapi belum tentu tahu maknanya. 10 tahun sudah usia Betang Asi, tentu mulai berefleksi bahwa kesadaran masyarakat untuk menabung sudah jauh lebih baik.
Keraguan-keraguan pada masa lalu bahwa masyarakat tidak punya uang, di usia 10 tahun Credit Union Betang Asi, tidak terbukti. Faktanya sampai akhir Desember 2013 Betang Asi memiliki aset Rp 586,329 miliar. Langkah berikutnya, bagaimana memastikan bahwa para anggota Credit Union Betang Asi tidak hanya berinvestasi, tidak cukup uang. Kalau 10 tahun yang lalu diskusinya adalah bagaimana membuat orang punya tabungan Rp 1 miliar. Itu obsesi, memastikan bahwa menabung itu punya hebit. Hari ini dan sekarang juga harus memastikan bahwa uang itu dikelola dengan baik.
Credit Union harus membimbing masyarakat untuk lebih produktif. Misi Credit Union sejati adalah menolong sesama agar dapat menolong diri sendiri. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah Drs Hengky Kopdit Credit Union Betang Asi memiliki keunggulan khusus dibandingkan dengan koperasi lainnya, yaitu terletak pada keanggotaannya. Anggota mempunyai rasa kepemilikan dan kecintaan secara militan terhadap koperasinya sehingga mampu memotifasi mereka untuk menjadi anggota, berpartisipasi aktif dan bertanggung jawab. Hal demikian terjadi karena anggota Kopdit Credit Union Betang Asi sejak dini, sebelum menjadi anggota koperasi telah mengikuti proses pendidikan. Hal demikian sejalan dengan salah satu prinsip koperasi, yaitu pendidikan perkoperasian.
Dari aspek permodalan Kopdit Credit Union Betang Asi sangat mandiri dan mampu mengelola sumber daya para anggota. Ini sebagai contoh bagi koperasi lain agar sejak pendirian koprasi sudah memiliki motivasi atau tujuan visi dan misinya. Kebanggaan dari Kopdit Credit Union Betang Asi telah mampu menunjukan kapasitasnya sebagai lembaga keuangan alternatif non bank yang keberadaannya sangat dibutuhkan dan telah dirasakan manfaatnya oleh para anggota. Hal ini dapat terlaksana karena adanya komitmen, dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di Kopdit Betang Asi.
Ada 2 contoh atau testimoni masyarakat yang ikut gabung dalam Kopdit Credit Union Betang Asi yaitu:
1. Ada bapak Pilih T.Manan menurut dia “Masuk CU Tidak Ada yang Sesat”
Bapak Pilih T.Manan yang tinggal di kampung Tumbang Anoi yang berjabat menjadi kolektor Kopdit CU Betang Asi Tumbang Anoi sejak tahun 2012. Bertepatan dengan Pumpung Hai dan Napak Tilas Tumbang Anoi 120 tahun lalu ia terlibat mendukung kegiatan bersejarah yang mencatat pertemuan orang Dayak se-Kalimantan pada tahun 1894 dulu.
“Awalnya saya senang ikut pelatihan dengan Yayasan Tambuhak Sinta (YTS) dan juga CU. Saya diajak masuk CU oleh Yudis dari YTS kemudian Pak Yepta mendatangi saya dan pada tahun 2012. Saya dipercaya sebagai kolektor oleh orang kampung ketika ada pertemuan di Tewah,” ungkapan bapak Pilih T.Manan
Lebih dari 100 orang yang dilayani oleh Pilih. Wilayah pelayanannya mencakup kecamatan Damang Batu dan Kahayan Hulu Utara (Kahut). Di Tumbang Anoi sendiri ada 73 anggota CU Betang Asi, Karetau Sarian 44 orang dan Tumbang Mahuroi ada 30 orang.
Pengalaman menarik dalam bergabung di Kopdit Credit Union Betang Asi menurut beliau adalah dapat mengelola uang (baca pinjam uang). Pada mengawali masuk Kopdit Credit Union Betang Asi dia meminjam uang tunai untung mengembangkan usahanya dan membeli sepeda motor.
Sisi buruk beliau sebagai kolektor “Di Tumbang Anoi ada kolektor sebelum saya yang juga dipilih oleh orang kampung, namun karena ada masalah maka saya ditunjuk untuk menggantikan. Awalnya saya dibenci oleh orang kampung dan saya mengatasinya dengan berdiam saja dan secara berlahan-lahan anggota percaya,” ungkapnya dengan nada semangat. Pilih tetap berupaya menyampaikan motivasi CU. Ia selalu memperlihatkan bahwa pengalamannya ketika melakukan pengembalian pinjaman. “Saya katakan bahwa uang kita terjamin di CU, tidak hilang. Jika kita ada uang 1 juta kita bisa pinjam 1 juta, kita bayar lunas, uang kita yang ada sebelumnya tetap utuh bahkan bertambah,” jelasnya.
Tidak mudah percaya menerima informasi yang tidak jelas, ia melakukan konsultasi dengan petugas CU yang ada di Tempat Pelayanan Khusus (TPK) Tewah, karena sempat terjadi isu ada bunga simpanan lembaga lain yang lebih besar. Terkait acara Napak Tilas, Pilih bercerita keramaian di Tumbang Anoi saat ini mengalahkan ketika pesta Tiwah. Bedanya, jika Tiwah banyak orang menonton ketika binatang akan di bunuh, sedangkan sekarang pusat keramaian ada di Betang Damang Batu.
Ia berharap sebagai kolektor tetap mencoba memotivasi dan melanjutkan tugas agar anggota semakin mengerti, bagi yang berminat dapat masuk dan masyarakat Tumbang Anoi banyak masuk CU. “Menurut saya yang masuk CU tidak ada yang sesat, kecuali dia sendiri yang menyesatkan diri,” kata pak pilih
2. Ada ibu Mayang Menurut dia “CU Dapat Membantu Kita”
CU datang untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk menambah masalah. Itulah kalimat yang tepat di berikan kepada ibu Mayang. Di masa kesusahan ia merasa terbantu sekali dengan adanya Credit Union Betang Asi. Walaupun jauh dari keramaian ibu kota kecamatan di Tumbang Talaken, Gunung Mas. Perempuan kelahiran Tumbang Jalemo Kajuei sudah mempunyai tekad untuk masuk CU supaya dapat menolongnya di masa kesusahan. 11 Juli 2014 lalu, penulis menemuinya di Tumbang Jalemu Kajuei, Gunung Mas. Perempuan berusia 44 tahun ini menceritakan kenikmatannya menjadi anggota CU.
Ibu Mayang masuk CU sejak tahun 2007 bulan Agustus, fasilitatornya adalah Asep Nana Sumpena. Pengalaman menarik yang beliau alami selama sebagai anggota CU adalah pengalaman selama mengikuti menjadi anggota CU 5 tahun baik untuk anggota, ketika ada kepentingan yang mendesak anggota bisa pinjam, dia sudah 2 kali pinjam. Beliau pinjam pertama sebanyak 3,5 juta untuk keperluan saat suami beliau meninggal,beliau merasa bisa melanjutkan itu dan sudah lunas, yang kedua beliau mencoba kembali pinjam sebesar saham sebanyak 10 juta untuk melunaskan uang ujian anak saya di SMA Kristen, hingga sekarang tersisa 7 bulan. Selama proses pencairan hingga pengembalian pinjaman beliau tidak menemui kesulitan dan dalam penyetoran beliau langsung membawa ke kantor TPK Talaken 1 bulan sekali.
Saat penyetoran pinjaman tidak ada tantangannya hanya ada di masalah yang kecil-kecil tapi tidak sampai CU terganggu. . Sehari-hari usaha beliau hanya menyadap karet. Setiap bulan rata-rata beliau menyadap karet 300 kg dengan harga sekarang Rp. 6.500 per kg.
Menurut beliau menyebab beliau tertarik masuk CU berawal dari keinginan sendiri dan mendegarkan informasi dari staff CU yang masuk ke kampung-kampung untuk mencari anggota yang dimulai sejak tahun 2006 saat pertama kali masuk ke kampung dan sekarang beliau menikmati dapat meminjam. Harapan ibu Mayang adalah agar CU sukses dan maju.
Ibu Mayang masuk CU sejak tahun 2007 bulan Agustus, fasilitatornya adalah Asep Nana Sumpena. Pengalaman menarik yang beliau alami selama sebagai anggota CU adalah pengalaman selama mengikuti menjadi anggota CU 5 tahun baik untuk anggota, ketika ada kepentingan yang mendesak anggota bisa pinjam, dia sudah 2 kali pinjam. Beliau pinjam pertama sebanyak 3,5 juta untuk keperluan saat suami beliau meninggal,beliau merasa bisa melanjutkan itu dan sudah lunas, yang kedua beliau mencoba kembali pinjam sebesar saham sebanyak 10 juta untuk melunaskan uang ujian anak saya di SMA Kristen, hingga sekarang tersisa 7 bulan. Selama proses pencairan hingga pengembalian pinjaman beliau tidak menemui kesulitan dan dalam penyetoran beliau langsung membawa ke kantor TPK Talaken 1 bulan sekali.
Saat penyetoran pinjaman tidak ada tantangannya hanya ada di masalah yang kecil-kecil tapi tidak sampai CU terganggu. . Sehari-hari usaha beliau hanya menyadap karet. Setiap bulan rata-rata beliau menyadap karet 300 kg dengan harga sekarang Rp. 6.500 per kg.
Menurut beliau menyebab beliau tertarik masuk CU berawal dari keinginan sendiri dan mendegarkan informasi dari staff CU yang masuk ke kampung-kampung untuk mencari anggota yang dimulai sejak tahun 2006 saat pertama kali masuk ke kampung dan sekarang beliau menikmati dapat meminjam. Harapan ibu Mayang adalah agar CU sukses dan maju.
Kontak koperasi kredit (kopdit) credit union betang asi:
Kantor Pusat:
Jl. Tjilik Riwut Km. 1 No. 32 A
Telepon dan Fax:
Bagian Keuangan : 0536-3234994
Bagian Pendidikan : 0536-3234994
Bagian Kredit : 0536-3307250
Fax. 0536-3234994
E-mail:
cu_betangasi@yahoo.co.id
cu-betangasi@cubetangasi.com
Tempat-tempat Pelayanan:
1. Kantor Pusat di Palangka Raya
2. TP. Betang Sinta di Sepang Kota
3. TP. Penyang Hinje Simpei di Pulang Pisau
4. TP. Batu Lampang di Telok
5. TP. Betang Batarung di Kuala Kurun
6. TP. Penyang Hatampung di Tumbang Malahoi
7. TP. Batuan Marajaki di Petuk Liti
8. TPK Banjarmasin di Banjarmasin.
9. TPK. Tumbang Talaken.
10. TPK. Tumbang Manggo.
11. TPK. Tumbang Sangai.
12. TPK Jabiren
13. TP. Tahasak Batu Sepan, Pujon.
14. TPK. Kuala Kapuas
15. TPK. Timpah
16. TPK. Kasongan
17. TPK. Tewah
18. TPK. Jutuh
19. TPK. Mantangai
Kantor Pusat:
Jl. Tjilik Riwut Km. 1 No. 32 A
Telepon dan Fax:
Bagian Keuangan : 0536-3234994
Bagian Pendidikan : 0536-3234994
Bagian Kredit : 0536-3307250
Fax. 0536-3234994
E-mail:
cu_betangasi@yahoo.co.id
cu-betangasi@cubetangasi.com
Tempat-tempat Pelayanan:
1. Kantor Pusat di Palangka Raya
2. TP. Betang Sinta di Sepang Kota
3. TP. Penyang Hinje Simpei di Pulang Pisau
4. TP. Batu Lampang di Telok
5. TP. Betang Batarung di Kuala Kurun
6. TP. Penyang Hatampung di Tumbang Malahoi
7. TP. Batuan Marajaki di Petuk Liti
8. TPK Banjarmasin di Banjarmasin.
9. TPK. Tumbang Talaken.
10. TPK. Tumbang Manggo.
11. TPK. Tumbang Sangai.
12. TPK Jabiren
13. TP. Tahasak Batu Sepan, Pujon.
14. TPK. Kuala Kapuas
15. TPK. Timpah
16. TPK. Kasongan
17. TPK. Tewah
18. TPK. Jutuh
19. TPK. Mantangai
Sumber:
Komentar
Posting Komentar